Muhammad Dzaky Aryasatya

October 19, 2006

Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yg dalam, banyak manusia yg karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yg bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH. (Luqman Hakim)

Alhamdulillah.. pada tanggal 9 September 2006 yang lalu telah lahir putra pertama kami yang kami beri nama Muhammad Dzaky Aryasatya. Proses kelahiran, mungkin seperti yang lain, memang sangat mendebarkan.

Istri mulai terasa kontraksi dan adanya flek sejak lewat tengah malam, sejak itu kami hitung jarak dan lama tiap kontraksi. Jam 3 dini hari, jarak kontraksi semakin dekat dan rutin. Sempat menawarkan ke istri untuk berangkat ke RS saat itu juga, tapi istri minta nanti saja matahari terbit. Setelah cukup berdebar menunggu pagi, sekitar pukul 6 berangkat ke RSPI, sesampai dsana, diperiksa oleh suster bidan, ternyata sudah pembukaan 3, dan langsung disarankan untuk rawat inap. Selama di RS, kontraksi semakin terasa walaupun masih bisa jalan-jalan..

Sekitar pukul 12, setelah diperiksa ternyata sudah pembukaan 5. Namun setelahnya tidak terjadi peningkatan. Hingga pukul 6, masih tetap pembukaan 5. Akhirnya diputuskan untuk diinduksi. Gw yang memang bertekad untuk menemani dari awal hingga akhir, ikut masuk ke ruang bersalin. Proses induksi dengan infus, lalu ketuban dipecahkan, ternyata cairan ketuban sudah tidak jernih lagi. Setelah proses induksi dll tersebut, pembukaan lancar hingga pembukaan 10. Dokter lalu datang untuk proses melahirkan. Subhannallah.. perjuangan istri tak terbayang kerasnya.. Kami memang sepakat untuk melahirkan secara normal.

Setelah perjuangan yang begitu menegangkan, tepat pukul 19.34, Dzaky terlahir. Gw melihat bagaimana ia terlahir, dokter langsung menyedot cairan dari mulut dan hidungnya, menjepit plasenta dan menawarkan ke saya untuk memotongnya.. Bismillahirrohmaanirrohiim…. Dzaky lalu dibersihkan dan menawarkan untuk diadzankan. Setelah saya adzankan Dzaky dibawa ke kamar bayi untuk dihangatkan.

Selepas itu saya masih di ruang bersalin untuk menemani istri yang masih harus melalui tindakan pasca melahirkan. Hingga pukul 9 malam baru selesai dan dibawa ke kamar perawatan. Istri tampak lemas dan pucat sehingga perlu diberi infus dan oksigen. Sepanjang malam terus di obervasi, ternyata badannya masih lemas dan pucat hingga pagi hari. Setelah diambil darahnya untuk di cek kadar haemoglobinnya, ternyata hasil nya, kadar Hb darah sangat rendah. Dokter menyarankan transfusi darah, ok saya setuju. Saya pikir ini karena dalam proses melahirkan, istri saya memang mengalami pendarahan yang cukup banyak. Sore hari, baru bisa ditransfusi.. Setelah masuk satu bag darah, wajahnya mulai agak cerah, dan setelah 4 bag darah, keesokan paginya mulai membaik.

Hari kedua di RS, kondisi badan istri mulai pulih, sudah mulai bisa ke kamar bayi untuk menyusui, walaupun ASI nya masih sedikit sekali. Dan di hari ketiga, kami bertiga bisa pulang ke rumah… HHmm.. betapa hebat dan berat perjuangan seorang Ibu dalam proses melahirkan..

Selamat datang ke dunia Muhammad Dzaky Aryasatya…

Leave a Reply